Aku pulang.
alhamdulillah setelah sekian lama aku di perantuan, kini aku dapat merasakan bau kasur yang telah bergelombang dan berlubang dimana-mana. Rumahku ini masih sama saja, pagarnya masih bercat hijau meni (hasil cat-catan bapak dan aku waktu dulu), tembok rumah kami pun masih bewarna bercak-bercak jamur akibat air hujan yang tidak tuntas mengalir dari genting kami. Sedangkan kamarku, masih seperti dulu. Bunyi tetesan air hujan masih setia menghujam plastik wadhah air, yang kini warnanya sudah mulai kusam. Terlintas bayangan kami saat mengatasi air terjun dadakan di kamar kami waktu itu.
Adikku kini sedang giat berlatih sepakbola. Dia mengikuti Sekolah Sepak Bola, dalam tim dia dipercaya sebagai striker penyerang. Semoga hobinya ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi dia dalam mewarnai hidup ini sehingga dapat bermanfaat kepada sebanyak-banyak orang. Badannya kini tinggi, hampir menyamaiku. Katanya kini telah mencapai 150 centimeter, berati tinggal 25 centimeter lagi dia akan menyamaiku. Kemarin dia mendapat nilai nol di ulangan matematikanya. Buku itu dia sembunyikan beberapa hari dari Ibu. Namun mau tidak mau, Ibu harus tahu, karena nilai itu harus ditandatangani oleh Ibu, dengan tujuan dapat memberi motivasi adikku untuk lebih giat belajar. Sepedanya kini telah berubah bentuk menjadi sepeda Tril.. Setang dia ganti dengan yang lebih lebar. Gir-nya dia ganti dengan gir goltrap, gir yang tidak bisa diputar ke belakang pada saat jalan. Jadi teringat masa-masa kecilku dulu… saat-saat aku berlatih jumping di lapangan pagi-pagi, sendiri berputar-putar dipeluk semilir angin pagi dan belaian hangat mentari. Ah…ingin rasanya aku mengulangi masa-masa itu.
Kini tak terasa aku sudah harus merantau lebih jauh lagi. Alhamdulillah aku diterima di Telkom, walaupun setelah mengalami pilihan yang tidak mudah. Salah satu cita-cita ayahku, hingga aku dibela-bela untuk kuliah di STT Telkom. Tak terbayang gembira-nya mereka, anak lelakinya yang digadang-gadang kini telah berhasil meraih salah satu cita-citanya. Semoga hasil ini membawa kebahagiaan bagi keduanya, karena hanya itu yang bisa aku berikan untuk membalas segala budi yang telah mereka berikan, dan segalanya yang telah mereka korbankan untukku. Aku masih berpikir, betapa egoisnya aku…belum bisa membalas apa-apa kepada mereka. Setidaknya meringankan beban mereka T_T. Yah.. semoga dengan langkahku ini dapat menjadi jalan rejeki yang barokah dan selalu cukup, dan penuh manfaat. Amin!!



1 Comment
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]